Kamis, 05 September 2019

Bunsay Level 4, Tantangan Hari Ke-2, Memahami Cara Belajar

Semua orang yang melihat suami saya pasti spontan bilang "Laki lu mekanik?". Mereka tidak salah, karena suami saya hobby berjam-jam utak-atik mobil. Ketiga mobil kita pun jadi bahan percobaan utak-atiknya.

Saking hobby utak-atik setiap pulang ke semarang seharian penuh bisa di depan mobil, istirahat cuma buat makan dan shalat. Kalau nggak diminta untuk selesai dan lanjut besok, mungkin nggak akan berhenti.

Kalau sedang utak-atik mobil, mata benar-benar fokus mengamati satu persatu bagian mobil, sambil tangan sibuk utak-atik. Ketika ada yang mengajak bicara, tidak dijawab. Tapi kalau ada suara bising sedikit langsung buyar konsentrasinya. 🤦

Sempat saya bertanya pada diri sendiri, apakah suami orang kinestetik. Karena melihat cara belajar dia memahami sebuah mobil dengan mengutak-ngatiknya. Ketika ada masalah dengan mobil, selain memperbaiki, juga belajar memahami seluk beluk sebuah mobil.

Seperti contohnya kali ini ketika ada masalah dengan kebocoran radiator, dari mengganti bagian bawah yang semula bahan plastik menjadi bahan kuningan, dari memperbaiki bagian kisi-kisinya, hingga akhirnya ganti radiator hingga 4kali, bukan hal yang murah karena 1 radiator harganya 1jtan, belum lagi penggantian dari bahan plastik ke bahan kuningan yang menghabiskan uang 800rb. Tapi demi tumpangan yang aman dan nyaman sekaligus menjadi sebuah pembelajaran semua dia lakukan.

Kali ini kami mencoba memperbaiki radiator dari mengubah posisi thermostat. Dari yang semula posisi thermostat menyambung langsung dengan kipas menjadi tidak langsung. Kenapa ini dilakukan karena ada dugaan kalau thermostat langsung menyambung ke kipas, membuat suhu akan cepat naik sehingga membuat radiator kerja ekstra, yang mengakibatkan kebocoran.

Kalau dia seorang auditori, saya masih bingung karena ketika dia sibuk, diajak bicara selalu diam. Tapi kalau ada suara bising sedikit langsung gagal fokus.


0 komentar:

Posting Komentar