This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 02 April 2020

Bunsay Level 12, Tantangan Hari Ke-10, Mobil China



MOBIL CHINA

Sejak start dimulai SGMW Motor Indonesia yang menghadirkan mobil-mobil Wuling dua tahun lalu, citra inkonsistensi merek China di dalam negeri mulai tertata kembali. Ditambah Sokonindo Automobile yang menawarkan ikut menawarkan DFSK, kini mobil-mobil China semakin banyak dan menjadi alternatif merek Jepang.

Selama lima tahun ke belakang, lebih dari 90 persen mobil yang laku di Tanah Air merupakan merek Jepang. Urutan 10 merek terlaris di Indonesia juga dikuasai merek Jepang, sampai akhirnya Wuling bisa menyusup di posisi 9 pada 2018.

Bila tawaran produk Wuling dan DFSK digabung, kini ada tujuh model merek China yang bisa dibeli masyarakat. Namun sebelum memilih, simak dulu hal-hal berikut yang bisa dijadikan referensi.

Investasi Besar
Wuling dan DFSK datang membawa investasi triliunan rupiah, hal ini bisa menjawab seberapa besar komitmen keduanya di dalam negeri. Wuling diketahui didukung investasi Rp9,6 triliun yang sebagian digunakan untuk mendirikan pabrik mulai 2015.

Lantas pada Juli 2017, pabrik Wuling di Kawasan Greenland International Industrial Center (GIIC), Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, mulai beroperasi. Pabrik berkapasitas 150 ribu unit per tahun ini sudah memproduksi empat model, yaitu Formo, Confero, Cortez, dan Almaz.

Sementara itu mobil DFSK, yaitu Supercab, Glory 580, dan Glory 560 diproduksi di pabrik yang berada di Serang, Banten, Jawa Barat. Pabrik ini berdiri atas investasi sebesar Rp2,1 triliun.

Dealer
Keyakinan pada merek China juga bisa ditakar dari jumlah dealer yang menandakan seberapa besar jaringan layanan sanggup menjangkau konsumen dari area barat ke timur Indonesia. Dealer bukan cuma soal penjualan mobil, tetapi juga layanan purna jual seperti servis dan pembelian suku cadang.

Pihak Wuling pernah mengatakan ingin mendirikan 120 dealer pada tahun ini, sekarang pembangunan sudah mencapai 93 dealer. Sedangkan DFSK pada bulan lalu baru saja meresmikan dealer ke-64 yang ada di Indonesia.

Produk Murah
Harga murah merupakan salah satu kekuatan besar merek China saat ini. Rata-rata mobil Wuling dan DFSK ditawarkan lebih murah ketimbang mobil merek Jepang yang memimpin pasar.

Misalnya, MPV bawah Wuling Confero S dilego paling murah Rp146,8 juta, sementara model terlaris Toyota Avanza banderolnya mulai Rp191 juta. SUV DFSK Glory 560 yang diposisikan melawan Toyota Rush dijual mulai Rp189 juta. Rush sendiri ditawarkan paling rendah Rp244,2 juta.

Garansi
Bukan cuma soal murah, merek China juga terbilang berani menawarkan jaminan alias garansi kendaraan.
DFSK dalam hal ini lebih unggul ketimbang Wuling sebab menawarkan garansi selama tujuh tahun atau 150 km. Garansi itu meliputi komponen utama mesin, bodi utama, komponen utama transmisi, komponen utama sasis, komponen utama kelistrikan, dan aksesori bodi.

Sedangkan Wuling kira-kira sama seperti merek Jepang dengan menawarkan garansi umum selama tiga tahun atau 100 ribu km. Selain itu ada juga garansi komponen utama, yaitu mesin dan transmisi, selama lima tahun atau 100 km.

Mengacu pada topik mengenai beberapa kelebihan dan kekurangan Wuling Confero S dan DFSK Glory 560 yang akan kita bahas kali ini, tentunya juga tak akan lepas dari rasa penasaran para konsumen akan mobil MPV buatan pabrik asal Tiongkok tersebut. Bukan tanpa alasan meski mobil MPV buatan pabrik asal Negeri Tirai Bambu ini memiliki sejumlah keunggulan namun tak salah juga jika kita ketahui beberapa kelebihan dan kekurangan Wuling Confero S dan DFSK Glory 560 sebagai bahan pertimbangan kawan-kawan sebelum membeli.

Selain itu, dengan mengetahui beberapa kelemahan maupun keunggulan yang dibawa Small MPV ini maka kita bisa membandingkannya dengan MPV lain. Tak sampai di situ saja, mengaca pada kelebihan dari beberapa MPV yang dijual di Indonesia, seperti Avanza Cs dan Xpander yang baru diluncurkan tahun 2017, tentu saja selain harga yang kompetitif dan kehandalan spesifikasinya, kelebihan dan kekurangan Wuling Confero S dan DFSK Glory 560 pun sangat perlu untuk diungkap apakah sesuai dengan kebutuhan maupun selera konsumen atau tidak.

Mengulas kelebihan dan kekurangan Wuling Confero S memang sebuah topik yang cukup menarik untuk kita bahas. Pasalnya, sebagai mobil baru yang mulai menjelajah pasar otomotif di Tanah Air, tentu saja wajar rasanya jika tak sedikit para pecinta otomotif ingin mengenal lebih jauh terkait dengan mobil tersebut.

Secara umum, harga dan spesifikasi dari MPV buatan pabrik asal Tiongkok ini pun sudah tak lagi menjadi rahasia namun tampaknya kawan-kawan juga perlu tahu kelebihan dan kekurangan Wuling Confero S.

Kelebihan Wuling Confero S

  • Memiliki Ruang Kabin yang Lega
Salah satu kelebihan Wuling Confero S yang cukup menonjol yakni pada ruang kabinnya. Di mana, mobil MPV yang satu ini menawarkan ukuran kabin yang luas sehingga sanggup menampung setidaknya 7 penumpang sekaligus. Selain itu, dengan luasnya kabin tersebut maka dipastikan akan membuat ruang gerak penumpang pun menjadi terasa longgar sehingga kenyamanan akan kian terasa. Tentu saja, hal ini menjadi kelebihan Wuling Confero S yang cukup menarik minat para konsumen di Indonesia.


  • Interior Simple Namun Tawarkan Fitur Fungsional
Meski ruang kabin pada interiornya tak semewah MPV lain namun letak kelebihan Wuling Confero S pada bagian interiornya ini yakni pada bagian dashboardnya. Sebab, diketahui bahwa Wuling telah melengkapi MPV buatannya ini dengan beberapa fitur menarik yang meski dikatakan simple. Seperti fitur entertainment sistem audio, AC, Head Unit touchscreen seluas 8 inci, dan fitur keselamatan, seperti sabuk pengaman dan dual airbag serta teknologi pengereman ABS dan EBD yang dipastikan akan memberikan kualitas pengereman yang lebih sempurna. Dengan tawaran kelebihan Wuling Confero S tersebut maka sudah bisa dipastikan bahwa mobil ini dinilai cukup memberikan kenyamanan kepada para penumpang.

  • Mesin Pacu Cukup Handal dan Ramah Lingkungan
Beranjak pada kelebihan Wuling Confero S yang lain, perlu diketahui pula bahwa mobil keluarga garapan pabrik asal Tiongkok ini pun juga diketahui memiliki performa mesin yang cukup tangguh. Mengingat mobil ini dibekali mesin berkapasitas 1.485 cc DOHC DVVT dengan sistem penggerak roda belakang (RWD) berstransmisi manual 5 percepatan sehingga sanggup membuat mobil ini melaju dengan akselerasi yang cukup enteng. Selain itu, untuk sistem injeksi yang dibawa Low MPV berbahan bakar Gasoline ini menggunakan teknologi MPI yang dipastikan bakal memberikan performa maksimal namun tetap irit bahan bakar. Sebuah keunggulan atau kelebihan Wuling Confero S yang tak bisa dipungkiri.

  • Dilengkapi Fitur Pengereman Berteknologi Canggih
Di samping memiliki performa cukup tangguh, salah satu kelebihan Wuling Confero S yang dinilai cukup menonjol yakni pada fitur keselamatan yang dibawanya. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan rem yang sudah berteknologi Anti-lock Braking System (ABS) dan Electronic Brake Distribution (EBD) yang siap mencegah ban Wuling Confero S anti selip dan memberikan kualitas pengereman yang lebih sempurna. 

Selain itu, untuk melindungi penumpang maka Wuling juga akan melengkapi mobilnya dengan Dual SRS Front Airbag pada dua jok depan dan sabuk pengaman pada semua kursi sebagai perlindungan yang cukup maksimal ketika terjadi kecelakaan. Suatu kelebihan Wuling Confero S yang menjadi salah satu sektor yang diunggulkan untuk menarik minat para konsumen.

  • Harga Terjangkau
Nah, dibanderol dengan harga yang terbilang sangat terjangkau membuat hal ini menjadi salah satu dari kelebihan Wuling Confero S. Pasalnya, jika kita bandingkan dengan beberapa Low MPV buatan pabrik lain di segmen yang sama, tentu mobil yang satu ini merupakan MPV yang dinilai memiliki banderol yang paling bersahabat. Sehingga, membuat para calon konsumen yang menginginkan mobil keluarga fungsional dan modern namun harganya terjangkau, tentu saja MPV garapan Wuling ini bisa menjadi pilihan utama. Dengan begitu pastinya harga dari Small MPV ini yang begitu murah tersebut merupakan kelebihan Wuling Confero S yang tak dimiliki para pesaingnya.


Kekurangan Wuling Confero S
  • Desain Eksterior Terlalu Polos
Melihat kekurangan Wuling Confero S, sepertinya tak akan lepas dari sisi eksteriornya. Sektor yang paling tampak dari Small MPV ini memang bisa dikatakan memiliki bentuk desain yang masih terlalu polos dan tak mengesankan tampilan MPV bergaya modern. Sehingga, kemungkinan hal ini menjadi beberapa konsumen yang suka akan desain mobil lebih memilih MPV lain meski sedikit mahal. Pastinya, hal tersebut menjadi kekurangan Wuling Confero S yang mungkin bagi sebagian orang sedikit mengecewakan.


  • Berlabel Pabrik “Mobil Cina” yang Dikenal Kurang Berkualitas
Sebagaimana yang sudah kita ketahui bersama bahwa Wuling Confero S ini merupakan Low MPV buatan pabrik asal Tiongkok. Di mana, seperti yang sudah kita kenal secara umum, biasanya pabrik asal Cina ini dikenal “jiplak” produk lain. Selain itu, hal yang menjadi kekurangan Wuling Confero S juga dari sisi label pabrikannya di mana anggapan masyarakat kita, produk buatan Jepang lebih berkualitas daripada Tiongkok. Tentu saja, hal tersebut sedikit banyak mempengaruhi citranya sebagai produsen mobil MPV yang baru mulai mreintis di Tanah Air. Sehingga, menjadikannya kurang bisa bersaing dengan kuatnya dominasi produk-produk garapan Jepang. Dengan begitu, hal tersebut merupakan kekurangan Wuling Confero S.

  • Interior Dirasa Kurang Senyap
Terkait dengan kekurangan Wuling Confero S, sepertinya akan berkaitan juga dengan kenyamanan. Sebab, mobil keluarga kelas entry level garapan pabrik asal Negeri Tirai Bambu ini masih dianggap kurang memberikan efek kenyamanan di mana pada ruang kabin masih kurang senyap. Hal itu dikarenakan sistem peredaman suara yang masih kurang berkualitas sehingga tak heran jika suara mesin masih terdengar cukup bising meski berada di dalam kabin.

  • Kurang Stabil
Di samping itu, saat dikendarai di jalan sepi bebas hambatan dengan kecepatan tinggi, Low MPV buatan Wuling ini sering limbung atau sedikit goyang. Wajar mengingat mobil produk Cina ini masih menggunakan rangka yang sangat ringan sehingga keseimbangan dalam berkendara pun menjadi kurang maksimal. Tentu saja, hal tersebut merupakan kekurangan Wuling Confero S yang patut untuk dipertimbangkan.

  • Jaringan Dealer Service hanya Ada di Kota Besar
Terakhir, kekurangan Wuling Confero S yaitu terletak pada jaringan bengkel servis yang saat ini baru berpusat dan tersebar di kota-kota besar saja. Sehingga, masih belum merata di seluruh daerah di Tanah Air. Dengan demikian maka dipastikan akan membuat pengguna yang tinggal jauh di perkotaan besar kesulitan untuk mencapai bengkel resmi saat akan servis mobil. Selain itu, keterbatasan bengkel resmi Wuling tersebut juga dipastikan akan berdampak pada pelayanan yang kemungkinan besar menjadi tak tercover lebih luas. Maka dari itu, kekurangan Wuling Confero S yang satu ini perlu diperhatikan juga sebagai bahan pertimbangan.


Kehadiran DFSK Glory 560 berhasil memikat konsumen penggemar mobil SUV di Indonesia. Dengan harga di bawah Rp250 juta, Glory 560 memiliki fitur yang lebih lengkap dari si kembar Daihatsu Terios – Toyota Rush. Sebelum membeli DFSK Glory 560, yuk kita bahas kelebihan dan kelemahan mobil ini.

Kelebihan DFSK Glory 560
  • Harga lebih murah di kelasnya
DFSK Glory 560 ini dibanderol mulai Rp189 juta untuk varian 1.5 M/T B Type. Sedangkan yang termahal harganya Rp239 juta. Cukup menggiurkan sebagai produk alternatif merek Jepang yang sudah terlalu mainstream.


Dengan kisaran harga DFSK Glory 560 yang terjangkau dan garansi panjang, jelas begitu menggiurkan bagi masyarakat. Maka tak heran jika bakal banyak calon konsumen yang mulai berburu untuk membelinya.
  • Garansi Tujuh Tahun
Selain itu, PT Sokonindo Automobile memberikan garansi penuh selama tujuh tahun.

  • Mesin Turbo
Belum lagi, mesinnya juga sudah dibekali dengan jenis mesin turbo yang saat ini belum disematkan oleh para kompetitornya.

  • Dimensi yang Luas
Banyak hal yang membuat Glory 560 mampu menjadi batu sandungan bagi Terios dan Rush. DFSK Glory 560 ini memiliki dimensi keseluruhan lebih besar dibanding duet low SUV asal Jepang itu, panjangnya 4.515 mm, lebar 1.815 mm, tinggi 1.735 mm dengan jarak sumbu roda 2.690 mm. Dimensi yang besar dan panjang ini menjadikannya unggul dalam hal stabilitas ketika mencapai kecepatan tinggi.

  • Mesin yang Canggih dengan Tenaga yang Besar
Mesin 1500 cc dengan turbocharger juga termasuk canggih dan lebih bertenaga dibanding rival dari merek Jepang. Mesin Glory 560 mampu mengeluarkan tenaga hingga 148 hp dengan torsi 230 Nm. Tenaga dari SUV terlaris China bahkan melampaui Terios dan Rush yang hanya memiliki tenaga di angka 104 hp dengan torsi 136 Nm.


Itu tadi sepintas spesifikasi DFSK Glory 560 dibandingkan dengan rival utamanya. Sekarang, kita bahas lebih jauh soal kelebihan dan kekurangan SUV terlaris China ini.

  • Garansi Paling Lama
Belum ada pabrikan mobil yang berani memberi garansi panjang seperti DFSK. Merek asal China ini berani menggaransi Glory 560 selama 7 tahun atau 150 ribu kilometer. Untuk lebih meyakinkan para konsumen mereka, PT Sokonindo Automobile juga membangun pabrik di Cikande, Serang, yang memproduksi mobil secara lokal.


Garansi ini mencakup penggantian suku cadang slow moving secara gratis. Penggantian mencakup kerusakan komponen mesin, transmisi, kelistrikan, dan bagian bodi, tapi hanya bisa dilakukan apabila terjadi cacat pabrik. Namun bila kerusakan disebabkan kecelakaan atau kesalahan pemakaian dari pemilik mobil maka garansi tersebut hangus.

Selain itu, biaya perawatan rutin yang dikenakan juga terbilang hemat. Biaya servis non garansi berkisar antara 600 sampai 800 ribu rupiah. Selama setahun pertama kepemilikan, pemilik DFSK Glory 560 cukup mengeluarkan uang sebesar Rp1,9 juta untuk beli oli, filter oli, dan busi.

Penggantian oli dan filter oli dilakukan setiap interval 10 ribu kilometer. Memasuki pemakaian 20 ribu kilometer atau setahun pemakaian, selain ganti oli dan filternya, mobil juga perlu mengganti busi. Selain itu, DFSK juga menyediakan layanan flying mechanic berikut armada untuk menjemput mobil customer.
  • Layanan Purna Jual Belum Tersebar Luas

Di sisi lain, jaringan dealer dan bengkel resmi DFSK yang ada di Indonesia masih belum banyak. Jaringan dealer dan bengkel yang dimiliki oleh DFSK masih kalah banyak jika dibandingkan dengan merek Jepang.


Sejauh ini, DFSK baru membuka 65 dari 90 dealer yang ditargetkan hingga akhir 2019. DFSK harus terus memperluas jaringan dealernya apabila ingin menjaga kepercayaan konsumen terhadap layanan purna jual.

Pastinya pembeli mobil juga akan memikirkan untuk perawatan kendaraan dan ketersediaan suku cadang. Stok spare part pada setiap bengkel resmi juga menjadi salah satu masalah yang perlu diantisipasi oleh DFSK. Ketersediaan part harus ada tidak hanya di bengkel resmi namun juga di sentra otomotif atau bengkel mobil biasa.

Spare part yang selalu ready akan memudahkan apabila tiba-tiba saja mobil konsumennya bermasalah dan butuh segera diatasi. Dengan demikian, Glory 560 bisa menjadi SUV yang value for money.
  • Mesin Turbo Bertenaga Besar
Kelebihan lainnya yang dimiliki oleh DFSK Glory 560 ialah mesin 1,5 liter yang didukung oleh turbocharger. Mesin berkode SFG15T sanggup menghasilkan tenaga 148 hp dengan torsi 230 Nm. Angka yang berselisih jauh dengan mesin 2NR milik Rush-Terios yang menghasilkan tenaga 104 hp dengan torsi 136 Nm.


Mesin milik Glory 560 ini diklaim tenaganya setara dengan mesin naturally aspirated lebih dari 2.000 cc. Karakter turbo di mesin Glory 560 bertujuan untuk menghasilkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik. Untuk perpindahan gigi, Glory 560 memakai sistem transmisi CVT yang dikenal halus.

Sayangnya, kinerja CVT milik Glory 560 masih kurang responsif apabila melewati kondisi jalan yang sedikit ekstrem. Misalnya saja, dari jalan datar kemudian berhenti dan melewati tanjakan maka mesin sedikit ‘ngeden’. Demi mengakali kelemahan DFSK Glory 560, pengemudi perlu sering kickdown untuk memancing respon CVT supaya lebih responsif.

Bila menemukan kondisi jalan rata kemudian menanjak, pengemudi perlu waspada dan sebaiknya memindahkan ke mode manual. Tujuannya, supaya mobil mendapat torsi dan tenaga cukup untuk melewati tanjakan dengan mulus dan tidak kedodoran.
  • Kaya Fitur Keselamatan
SUV keluaran merek Jepang kini mulai berbenah dengan dibekali beragam fitur keselamatan modern. Hal ini dilakukan supaya tidak kalah dibanding merek China yang sejak awal langsung memberikan banyak fitur keselamatan sebagai standarnya. Kehadiran fitur keselamatan membuat pengemudi merasa aman dan tidak was-was di perjalanan.


DFSK Glory 560 juga sudah dibekali Electric Parking Brake (EPB) untuk memudahkan pengoperasian rem parkir dan rem cakram di keempat rodanya. Rem cakram ini telah didukung Anti-Lock Braking System (ABS) yang ditunjang dengan Electronic Brake Distribution (EBD) untuk memberikan pengereman yang presisi.

Fitur Hill Hold Control (HHC) tersedia untuk bisa menjaga mobil di posisi tanjakan. Hadir juga Electronic Stability Control (ESP) dan Traction Control System (TCS) yang menjaga kestabilan mobil ketika menikung. 

Terakhir, Dual Airbag System yang siap memberikan perlindungan ketika mobil mengalami kecelakaan.
  • Fitur Keselamatan Kurang Responsif

HHC bekerja apabila pengemudi telah menginjak rem dalam-dalam saat mobil di tanjakan. Lagi-lagi, PT Sokonindo Automobile perlu meningkatkan kemampuan dari HHC supaya lebih responsif. Kadang kelemahan DFSK Glory 560 ini masih muncul gejala melorot ketika dalam kondisi release parking brake dan langsung berjalan.

Untuk jaga-jaga agar tidak sampai melorot, pengemudi perlu menginjak pedal rem dan pedal gas bersamaan ketika mulai berjalan di tanjakan. Ini jelas merepotkan karena semestinya HHC menahan kendaraan tanpa perlu menginjak rem.

  • AC Kurang Menyebar ke Seluruh Kabin
Nah, ini menjadi kelemahan yang perlu kalian ketahui dari interior Glory 560. Desain AC double blower-nya tidak berada di atas seperti Rush-Terios tapi di belakang konsol tengah seperti Nissan Grand Livina.


Karena posisinya di bawah dan menyambung dengan AC depan, jadi suhu tidak bisa diatur sendiri. Sialnya lagi, penumpang di baris ketiga harus sabar karena enggak terasa semburan AC-nya.
  • Baris Ketiga Sangat Sempit

Inilah kelemahan yang sering ditemui oleh mobil non-Jepang dengan konfigurasi tujuh kursi. DFSK Glory 560 lebih cocok sebagai SUV 5+2 karena baris ketiga termasuk sempit banget. Ini sebagai konsekuensi dimensi mobil yang hanya 4,5 meter.


Sudut paha kita jadi naik banget dan bakal membuat perjalanan jauh jadi pegal. Selain itu, sudut sandarannya juga enggak bisa diubah, termasuk tegak. Jadi memang, baris ketiga lebih cocok buat anak kecil atau dilipat untuk bagasi belakang jadi makin lega.

Selain itu dengan mengenal segala keunggulan maupun kelemahannya maka tentunya bisa mengukur sendiri, apakah Low MPV ini sudah sesuai kebutuhan atau belum. Yang jelas bahwa kelebihan dan kekurangan Wuling Confero S dan DFSK Glory 560 ini dapat digunakan untuk menentukan menentukan pilihan saat membeli mobil, sehingga tidak hanya terpukau pada harga maupun spesifikasinya saja, melainkan telisiklah keunggulan yang ditawarkan beserta kekurangannya.



#Gamelevel12
#Day10
#KuliahBunSayIIP
#KeluargaMultimedia


Bunsay Level 12, Tantangan Hari Ke-9, Mobil Korea


MOBIL KOREA

Mobil-mobil Jepang sudah cukup lama mendominasi di Indonesia. Bahkan kalau kita lihat mobil yang berlalu lalang di jalanan Tanah Air kebanyakan adalah mobil bermerek Jepang.

Sementara merek-merek yang berasal dari negara di luar Jepang tampak kurang diminati. Bisa dilihat dari data penjualan milik Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mobil Jepang orang Indonesia lebih banyak membeli mobil Jepang.

Mobil Jepang juga sering disebut-sebut lebih kuat, tahan lama, serta hemat BBM. Faktor-faktor tersebut yang menjadi pertimbangan orang Indonesia sebelum membeli mobil.

Di Indonesia ada China, Amerika, Jepang, India. Dulu Jepang dianggap sebelah mata. Mobil Amerika, Eropa top, sementara Jepang mobil kaleng, seiring perkembangan jaman dia improve jadi bagus.

Hal serupa pun sempat dialami Kia. Kia sendiri masuk ke Indonesia dari tahun 1995. Hanya saja waktu itu nama Kia diganti dengan Timor. Kualitas mobil Kia saat itu pun sempat diragukan. Seiring berjalannya waktu, Kia terus memperbaiki kualitasnya. Bahkan bisa melebihi mobil-mobil merek Jepang.

Kia dulu mungkin tahun 1995 masih pakai nama Timor, Bimantara kualitas oke bisa diterima tapi masih di bawah Jepang. Tapi sekarang kualitasnya Korea lebih tinggi dari Jepang buktinya IQS JD power, cek di Google nomor 1,2,3 Genesis, Kia , Hyundai, merek Jepang ada di posisi 10 ke bawah silahkan di-cek.

Genesis merupakan merek mobil mewah buatan Hyundai berhasil mengalahkan merek-merek mobil papan atas seperti Porsche dan Lexus. Genesis sendiri baru diluncurkan Hyundai pada tahun 2016 setelah sebelumnya sedan-sedan Genesis dijual bersama di showroom Hyundai.

Dalam kurun waktu dua tahun saja Genesis berhasil merangsek ke posisi puncak dengan catatan paling sedikit soal kerusakan mobil. Melansir Forbes, dari data milik J.D Power 2018, kerusakan mobil Genesis tercatat hanya 68 masalah dalam 100 mobil. Angka itu merupakan yang paling sedikit dibandingkan para kompetitor.

Mobil buatan Korea memang tidak terlalu dikenal layaknya mobil Jepang yang dapat dengan mudah Anda temui hampir di seluruh daerah di Indonesia. Memang jika dilihat dari segi kualitas, mobil buatan Korea tidak kalah bagus dengan mobil buatan Jepang atau Eropa. Namun, tetap saja kendaraan roda empat asal negeri Ginseng tersebut kalah pamor dengan mobil-mobil khususnya dari kedua negara tersebut. Mobil buatan Korea seperti Hyundai dan Kia memang kini bisa dengan mudah Anda temui di jalanan namun jumlahnya tidak sebanyak mobil buatan Jepang.

Mobil buatan Korea memang sempat menjadi primadona di tanah air beberapa waktu silam. Sayangnya karena desainnya yang stagnan dan tidak berubah, banyak pecinta otomotif yang beralih ke mobil-mobil Jepang. Namun kini hal tersebut tidak lagi berlaku mengingat baik dari desain, mobil Korea tidak kalah modern.

Beberapa kelebihan yang dimiliki oleh mobil buatan Korea Selatan yang perlu Anda tahu:

 1. Mesin yang tangguh
Sama seperti mobil-mobil lainnya yang dijual di Indonesia, mobil buatan Korea juga dibekali mesin yang tangguh sehingga layak digunakan untuk menempuh berbagai medan baik yang mudah maupun yang sulit. Mesin-mesin tersebut tidak hanya tangguh namun juga tahan lama sehingga tidak mengherankan jika banyak pecinta mobil yang merekomendasikan mobil Korea dibandingkan dengan mobil dari negara lain.


 2. Body mobil yang kuat
Material yang digunakan untuk melapisi body mobil buatan Korea memang lebih kuat sehingga tidak mudah rusak akibat korosi. Tidak hanya itu, body mobil juga tidak mudah penyok juga menjadi keunggulan sendiri yang tidak boleh diabaikan. Jika dilihat dari desainnya, mobil Korea juga sudah banyak berubah sehingga terkesan lebih modern dan tidak membosankan.


 3. Harga yang murah
Jika Anda ingin membeli mobil untuk investasi maka mobil Korea bisa menjadi salah satu mobil yang bisa Anda beli untuk keperluan tersebut. Hal ini dikarenakan karena mobil-mobil Korea kini dijual dengan harga yang murah namun memiliki harga yang cenderung stabil sehingga jika dirawat dengan baik harga jual dari mobil tersebut tidak akan terlampau jauh atau terlalu murah. Walaupun di banderol dengan harga yang murah namun kualitas mobil buatan Korea memang tidak dianggap remeh mengingat performa mobil ini layak disejajarkan dengan berbagai merek mobil canggih dunia.


Sama halnya dengan mobil-mobil Jepang yang irit bahan bakar, mobil Korea pun demikian. Sayangnya dibalik semua keunggulan yang dimiliki, ada satu kekurangan yang dimiliki oleh mobil Korea. Kekurangan tersebut adalah masih sedikitnya dealer resmi yang menjual semua spare part mobil sehingga berimbas pada susahnya menemukan spare part dari mobil tersebut dan juga pada mahalnya harga spare part mobil Korea ini.

Korean Style! Ini 5 Mobil KIA dan Hyundai Terbaik yang Bisa Kamu Beli

Mobil Korea memiliki kesan tersendiri di masyarakat Indonesia. Mobil asal Negeri Ginseng memiliki fitur yang menarik dengan bodi yang cenderung lebih tebal dibanding mobil buatan Jepang yang sekelasnya.
Kia dan Hyundai merupakan dua merek mobil Korea yang paling terkenal di Indonesia. Mobil-mobil keluaran mereka banyak yang lalu-lalang di jalanan. Buat kamu yang tertarik dengan mobil buatan Korea, bisa simak 5 rekomendasi mobil Korea dari Hyundai dan Kia terbaik di bawah ini!

1. All New Kia Picanto
Kia melakukan facelift Picanto dengan menggandeng desainer top Eropa, Peter Schreyer dan hasilnya All New Kia Picanto sukses menarik perhatian pasar Indonesia.


Dengan desain yang menarik dan fitur mumpuni di kelasnya All New Kia Picanto ini cocok jadi pilihan dengan harga bekas untuk keluaran tahun 2012-2014 Rp 80 jutaan hingga Rp 100 jutaan aja lho.

2. Kia Rio
Jika All New Kia Picanto dirasa kurang mumpuni dan kamu menginginkan mobil yang lebih sporty dan berfitur lebih lengkap, kamu bisa memilih Kia Rio yang harga bekasnya Rp 125 jutaan ini.


City car yang sulit dicari kekurangan di kelasnya ini, gak malu-maluin kok kalau bersaing dengan mobil-mobil buatan Jepang dengan range harga sebanding.

3. Hyundai i20
Beralih ke Hyundai, ada seri i20 yang salah satu serinya memiliki keunikan yaitu hanya memiliki 3 pintu saja yaitu 2 pintu depan dan 1 pintu belakang.


Menurut Hyundai, 1 pintu belakang digunakan untuk keamanan agar penumpang selalu turun di sisi jalan yang aman dari jalan raya. Fitur yang lengkap untuk kelas city car juga sudah tersedia di mobil ini lho.

4. Hyundai Santa Fe
Hyundai Santa Fe harga barunya Rp 500 jutaan hingga Rp 570 jutaan. Mobil crossover SUV ini bisa jadi pilihan selain mobil SUV Jepang karena memiliki fitur yang cukup lengkap dengan desain menarik. Mobil yang sempat muncul di film Ant Man and The Wasp ini juga memiliki panoramic sunroof di varian tertingginya lho. Cocok banget buat bepergian bersama keluarga.


5. Hyundai Tucson
Mobil 5 kursi dengan harga baru sekitar Rp 390 jutaan ini dibekali dengan desain menarik yang cocok untuk anak muda dan kabin yang lega lho. Mesin 1.999 cc siap menjadi tenaga untuk bepergian jauh bersama keluarga apalagi mobil SUV belakangan ini mulai diminati masyarakat Indonesia dan gak kalah keren dari mobil-mobil SUV Jepang lho!




#Gamelevel12
#Day9
#KuliahBunSayIIP
#KeluargaMultimedia


Bunsay Level 12, Tantangan Hari Ke-8, Mobil Jepang



MOBIL JEPANG

Bukan lagi menjadi rahasia jika kebanyakan mobil yang ada di Indonesia sebagian besar berasal dari impor, sedangkan mobil lokal belum begitu berkembang. Bukan rahasia pula jika mobil yang berada di pasaran di Indonesia di dominasi produk dari Jepang maupun Eropa.
Berdasarkan pemberitaan pada tahun 2017 Jepang membukukan penjualan 1.060.236 unit mobil. Lebih tepatnya, merek Jepang menguasai 98,21% pasar mobil di Indonesia tahun 2017 lalu.

Kontributor terbesar merek Jepang yaitu Toyota (34%), Honda (17%), Daihatsu (17%), Suzuki (10%), dan Mitsubishi (7%). Kurang dari 2% pasar Indonesia diperebutkan oleh merek asal negara lain seperti Jerman (0,5%), China (0,5%), Amerika Serikat (0,34%), Korea Selatan (0,2%), dan India (0,1%).


Hal-hal yang perlu di perhatikan ketika memilih mobil Jepang sebagai tunggangan.
  • Pertama, mobil Jepang yang saat ini beredar memiliki model bermacam macam dan cukup terjangkau. Harga terjangkau dikarenakan pabriknya yang sudah sangat banyak  tapi dikarenakan spek mobil buatan Jepang didesain untuk kendaraan dengan efisiensi dan kompak. Mulai dari kapasitas mesin, fitur keamanan, sampai keselamatan untuk memenuhi regulasi minimun di Indonesia.
  • Kedua, onderdil atau sparepart mobil Jepang sangat mudah ditemukan dan didukung adanya pelayanan yang baik. Meskipun dibandingkan dengan mobil Eropa, sparepart mobil Eropa lebih awet dibandingkan mobil Jepang.
  • Ketiga mobil Jepang memiliki fitur tertentu saja pada mobil yang mereka buat. Hal ini degan alasan agar para pembeli dapat memilih dengan fitur-fitur yang tersedia, hal ini pula dapat menjadi kelebihan maupun kekurangan mobil Jepang. Mungkin bagi orang yang menyukai mobil dengan fitur tertentu akan menyukainya tapi bagi yang menyukai fitur banyak mungkin akan lebih menyukai mobil berasal dari Eropa.
  • Keempat, penggunaan material yang ringan sehingga membuat mobil menjadi lebih ringan dan dapat menambah daya laju mobil atau dapat mengurangi konsumsi BBM. Di awal ini akan membawa kelebihan namun, bisa menjadi kekurangan manakala menyebabkan usia layak pakai mobil Jepang hanya sekitar 15 tahun dan lebih pendek dibandingkan mobil Eropa.
  • Kelima, mobil Jepang lebih mudah diservis dikarenakan telah banyak pabrik dan tempat servisnya di Indonesia.

Baik mobil Jepang maupun mobil Eropa memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Pemilihan keduanya dapat distandarkan pada selera masing-masing orang dan tentu saja burget masing-masing orang. Mengingat jika yang diinginkan adalah mobil Eropa yang lebih mahal maka harus menyiapkan budget lebih dibandingkan jika membeli mobil Jepang. Selain itu, perlu diketahui bahwa mobil Eropa di desain sesuai dengan kondisi alam mereka, sehingga perlu diperhatikan perawatan dan larangan yang tidak boleh dilakukan jika dilakukan di Indonesia.

Kemudian dari segala keunggulan mobil besutan Jepang, bukan berarti luput dari kekurangan. Berikut ini adalah beberapa kekurangan mobil Jepang secara umum dan bisa menjadi acuan sebelum membeli mobil Jepang.
  • Spesifikasi Seadanya

Mobil Jepang yang kini beredar memang memiliki model yang bermacam-macam dan cukup terjangkau. Harga yang murah bukan hanya dikarenakan pabriknya yang telah menjamur di Indonesia, tapi juga spesifikasinya yang memang ‘seadanya’.

Spek mobil Jepang rata-rata memang didesain untuk kendaraan yang efisien dan kompak. Apalagi dengan kemunculan mobil LCGC (Low Cost Green Car). Mobil murah ini dibekali spesifikasi pas-pasan. Mulai dari kapasitas mesin, fitur keamanan hingga keselamatan seolah-olah hanya untuk memenuhi regulasi minimum yang ditetapkan di Indonesia.

Ambil contoh misalnya material plastik murahan yang tipis yang kini sangat mudah ditemukan di hampir seluruh desain interior mobil Jepang. Selain itu, tidak seperti mobil Eropa atau Amerika, mobil Jepang memiliki material yang lebih rapuh pada eksteriornya.

Onderdil atau sparepart mobil Jepang memang sangat mudah ditemukan dan juga didukung oleh pelayanan yang baik. Tapi hal ini juga mengindikasikan bahwa sparepart mobil Jepang tidak seawet mobil Eropa atau Amerika.

  • Pelit Fitur

Demi menjaga production cost agar tetap ramping, mobil Jepang memiliki kebiasaan hanya membekali fitur-fitur tertentu saja. Padahal, para pesaingnya dari pabrikan negara lain tampak selalu mengedepankan inovasi pada pengalaman berkendara melalui terobosan teknologi canggih dan kompleks.

Selain itu, pabrikan asal Jepang sangat gemar membagi-bagi mobil mereka ke beberapa varian. Pilihan-pilihan tersebut diklaim untuk memudahkan para konsumen memilih fitur-fitur yang tersedia. Jika kembali dibandingkan dengan, misalnya mobil Eropa, hampir tidak ditemukan mobil mana yang membagi variannya lebih dari 2 atau 3 macam.

  • Usia Pakai Pendek

Mobil Jepang, terutama keluaran 2 dekade terakhir mengadopsi material yang bisa dibilang tipis dan mudah keropos. Sebenarnya penggunaan material ini agar mobil menjadi lebih ringan dan dapat menambah daya laju mobil atau juga dapat mengurangi konsumsi BBM.

Tapi inovasi tersebut justru dapat berimbas pada usia pakainya. Mobil Jepang sekarang rata-rata memiliki usia layak pakai paling lama sekitar 15 tahun, beda dengan mobil Eropa yang bisa menembus 20-25 tahun. Ya, tapi tergantung pada pemeliharaannya dan perawatannya, sih.

Usia pakai yang pendek ini juga disebabkan oleh produsennya sendiri. Mobil Jepang lebih sering melakukan facelift pada variannya. Facelift ini justru dianggap akan dapat mematikan model sebelumnya karena telah dianggap ketinggalan zaman, padahal penggunaannya baru 2 atau 3 tahun.

  • Kapasitas Mesin Kecil

Kei car di Jepang sudah tidak aneh lagi, mobil dengan bentuk sangat kompak dengan kapasitas mesin maksimal 660cc ini pun coba diadaptasi di Indonesia. Adaptasi dilakukan dengan berbagai penyesuaian seperti pada kapasitas mesin dan fitur. Namun tetap ada yang kurang sesuai untuk pasar lokal.

Mobil bermesin kecil kurang cocok jika dibawa jarak jauh seperti keluar kota. Masyarakat Indonesia sebenarnya lebih membutuhkan kendaraan dengan durabilitas tinggi. Manfaatnya akan sangat terasa ketika musim mudik atau liburan tiba.

  • Tak Segarang Model Lama

Siapa yang tidak kenal dengan Toyota Kijang Kapsul, Toyota Starlet, Honda Civic Estilo, Honda Accord hingga Mistsunishi L300?

Ya, mobil tersebut di atas adalah mobil keluaran lama dari masing-masing pabrikan. Nyaris seluruhnya kini masih berada di harga jual yang cukup tinggi. Hal inilah yang membuktikan bahwa poin-poin kekurangan mobil Jepang adalah benar.

Selain dari material eksterior dan interior, meskipun beberapa diantaranya masih menggunakan sistem pembakaran lama, namun mobil Jepang model lama memiliki desain yang timeless dan mesin yang tergolong bandel.

Tapi soal fitur, memang harus diakui bahwa model lama tidak bisa dibandingkan karena itu semua akan berbanding lurus pada zaman atau hitungan tahun usianya.

Jika negara-negara di Eropa dan Amerika Serikat saja berhasil direkomendasikan sebagai negara yaang berpengaruh dalam menghasilkan beragam produk teknologi, di Asia juga terdapat sebuah negara bernama Jepang yang juga punya daya saing, bahkan ikut mendominasi perkembangan informasi dan teknologi. Beragam karya dari Jepang telah membuat banyak negara takjub, termasuk dalam hal produksi beragam jenis kendaraan, salah satunya mobil.

Bahkan, perlu kita akui bahwa mobil pabrikan Jepang kini sudah mendominasi hampir seluruh negara di belahan dunia, termasuk Indonesia. Namun perlu diketahui, ternyata memang ada banyak produsen mobil yang tersebar di Jepang serta memberikan pengaruh yang besar bagi kehidupan masyarakat di dunia. Berikut ini ada beberapa merek mobil asal Jepang yang populer dan direkomendasikan.

Brand Mobil Buatan Jepang yang Disukai Banyak Orang

1. Acura
Acura menjadi perusahaan otomotif Jepang yang masih merupakan bagian dari divisi mobil mewah Honda. Hingga tahun 2006, perusahaan ini telah menyebar ke beberapa negara di dunia, mulai dari Amerika Serikat, Kanada, dan Hongkong, Meksiko, China. Uniknya, dari pihak Honda sendiri baru memperkenalkan merek ini di pasar Jepang sekitar tahun 2010. Meskipun terlambat dikenal sebagai di negeri asalnya, Acura terbukti sudah menembus pasar mobil mewah di luar negeri. Beberapa model mobil produksi dari Acura saat ini yaitu Acura MDX, Acura RDX, Acura ILX, Acura RLX, dan Acura TLX.

2. Honda
Honda adalah sebuah merek kenamaan dari perusahaan Honda Motor Company, Ltd. yang menjadi produsen mobil, truk, sepeda motor dan skuter asal Negeri Sakura. Belum cukup sampai di situ, Honda juga merambah dalam pembuatan kendaraan segala medan (ATV), generator listrik, mesin kelautan, dan peralatan taman.

Soichiro Honda merupakan sosok penting di balik kesuksesan Honda dalam merajai produksi sepeda motor di dunia sekaligus sebagai yang terbesar sejak tahun 1959. Bahkan, superioritas Honda berhasil menggusur Nissan sebagai produsen mobil kedua terbesar di Jepang tahun 2001, dan menggeser Chrysler, untuk menjadi pabrikan mobil terbesar keempat di pasar AS. Sejauh ini, Honda saat ini menempatkan dirinya sebagai pabrikan mobil keenam terbesar di dunia. Inovasi hebat lainnya dari perusahaan yang berdiri pada 24 September 1948 adalah dibuatnya sebuah motor diesel yang sangat tenang dan tidak membutuhkan penyaring untuk dapat melewati standar polusi pada 2004.

Selain dikenal sebagai mobil yang memiliki daya tahan dan jarang mengalami kerusakan, merek Honda juga dikenal memiliki kualitas produksi motor yang terpercaya. Indonesia menjadi salah satu konsumen yang puas terhadap produksi motor besutan merek Honda.

Perusahaan yang bermarkas di Kota Tokyo ini juga memproduksi robot, yang salah satunya dinamai ASIMo, hingga solar cells untuk sepeda gunung. Beberapa model mobil produksi Honda yang memiliki kepopuleran dan menjadi favorit di tengah masyarakat seperti Civic, Fit, Accord, CR-Z, legends, CR-V, BR-V, HR-V, Freed, Brio, Mobilio, dan masih banyak lagi.

3. Lexus
Lexus merupakan sebuah merek mobil mewah yang digunakan oleh Toyota Motor Corporation untuk dipasarkan di pasaran Amerika Utara, Timur Tengah, Eropa, Australia, Asia (dipasarkan di Jepang pada 2005) dan Selandia Baru. Lexus pertama kali diperkenalkan tahun 1989 di Amerika Serikat, dan sekarang menjadi merek dengan penjualan mobil mewah terbesar dari Jepang. Perusahaan yang bermarkas di Toyota, Aichi, Jepang, ini telah meraup prestasi dengan penjualan mencapai 70 negara di seluruh dunia pada tahun 2006.

Kepopuleran pun menghampiri merek Lexus sehingga disandingkan dengan merek mewah lainnya seperti Audi, BMW, Jaguar, dan Mercedes-Benz. Ekspansinya sejak tahun 2000-an dimulai dari pasar global di luar Amerika Serikat, kemudian lanjut ke pasaran ke Jepang pada tahun 2005, hingga pada akhirnya sampai ke pasaran Indonesia pada tahun 2007.

Beberapa model dari mobil Lexus yang beredar di pasaran seperti Lexis IS dan Lexus ES untuk jenis sedan, Lexus RX dan GX untuk jenis SUV, Lexus HS dan Gs untuk jenis hybrid, Lexus LFA untuk model F yang diartikan sebagai flagship (teratas/unggulan).


4. Daihatsu
Daihatsu Motor Co., Ltd. atau yang dikenal sebagai pemilik merek kendaraan bernama Daihatsu merupakan perusahaan mobil Jepang yang sudah sangat senior dan tertua. Seiring waktu, Daihatsu terus berinovasi sehingga menghasilkan ciri khas sebagai produsen mobil yang berukuran kecil/kompak. Perusahaan yang bermarkas pusat di Ikeda, Prefektur Osaka ini pun akhirnya tampil dengan slogan barunya, yaitu “We Do Compact”.

Toyota sendiri kini sudah menjadikan Daihatsu sebagai anak perusahaan dengan kepemilikan secara penuh sejak membeli seluruh saham Daihatsu 100% pada Agustus 2016. Beberapa model dari mobil Daihatsu yang pernah ada seperti Terrios, Ayla, Sirion, Copen, Materia, Mira, Midget, Mebius, Luxio, Max, Ceria, Bee, Taft, Tranto, dan Sigra.

5. Mazda
Mazda Motor Corporation menghasilkan merek mobil bernama Mazda yang juga merupakan perusahaan otomotif asal Jepang. Perusahaan Mazda sendiri sudah berdiri sejak lama yaitu tahun 1920 di daerah Hiroshima, Jepang. Salah satu ciri dari produk milik Mazda adalah mesin rotary-nya yang terpasang pada mobil Mazda model RX-7 dan Mazda RX-8.

Sempat menjalin kerjasama dengan Form motor sejak penghujung 1970-an hingga 2014, Mazda kemudian menandatangani kerjasama dengan Toyota Motor Corporation dan Isuzu pada tahun 2015 dan bulan juli 2016. Dengan terus berinovasi, Mazda kini lebih menempatkan dirinya sebagai produsen mobil mewah yang disetarakan dengan mobil buatan eropa. Beberapa model dari mobil Mazda yang beredar di pasaran seperti Mazda CX-5, Mazda VX-1, Mazda Biante, Mazda CX-3, Mazda 2, Mazda 6, dan masih banyak lagi.

6. Mitsubishi
Mitsubishi Motors Corporation dengan mereknya Misubishi juga turut meramaikan produsen kendaraan khususnya mobil asal Jepang. Perusahaan yang didirikan pada tanggal 22 April 1970 ini dikenal dengan logonya yaitu berupa tiga berlian merah dan dibuat oleh pendiri Mitsubishi Motors, Yataro Iwasaki. Bermarkas di Tokyo, Jepang, saham perusahaan ini sebagian besar dimiliki oleh Nissan Motors. Selain di Jepang, Mitsubishi telah membangun pabrik mobilnya ini di empat negara lainnya, yaitu Filipina, Russia, Thailand, dan Indonesia.

Berdasarkan data penjualan terakhir di tahun 2007, Mitsubishi Motors menjadi perusahaan otomotif terbesar Ke-6 di Jepang dan Ke-13 Dunia. Beberapa model mobil Mitsubishi yang beredar di pasaran seperti Mitsubishi Pajero Sport, Mitsubishi Triton, Misubishi Outlander Sport, Mitsubishi Mirage, Mitsubishi Delica, dan lainnya.

7. Nissan
Nissan Motor Company Ltd menjadi sebuah produsen otomotif multinasional asal Jepang. Merek ini merupakan divisi utama dari Grup Nissan. Perlu diketahui juga bahwa Nissan dulunya dipasarkan dengan merek bernama Datsun sampai tahun 1983. Perusahaan yang berkantor pusat di Nishiku, Yokohama, Jepang ini merupakan produsen mobil terbesar keenam di dunia setelah Toyota, General Motors, Volkswagen AG, Hyundai Motor Group, dan Ford pada tahun 2010.

Inovasi Nissan sebagai produsen otomotif terbaik terlihat dari salah satu mesin Nissan, VQ, yang berada dalam daftar 10 mesin terbaik versi Ward’s selama 14 tahun berturut-turut. Beberapa model dari mobil merek Nissan yang beredar di pasaran seperti Nissan March, Nissan Teana, Nissan Infiniti G20, Nissan Infiniti G35, Nissan Infiniti Q50, Nissan Juke, Nissan Rogue, Nissan Terrano, Nissan Frontier Navara, Nissan Grand Livina, Nissan Evalia, Nissan Serena, dan masih banyak lagi.

8. Subaru
Subaru merupakan merek mobil sekaligus divisi manufaktur otomotif dari Subaru Corporation yang kini akhirnya sudah menjadi bagian dari produk dari Toyota. Bermarkas pusatnya di ÅŒta, Prefektur Gunma, Jepang. Subaru yang didirikan oleh Chikuhei Nakajima pada tahun 1917 awalnya merupakan Aircraft Research Laboratory. Barulah pada tahun 1955 merek Subaru memasuki industri otomotif dengan model sedan Subaru 1500.

Nama Subaru sendiri tergolong unik, karena berasal bahasa Jepang untuk gugus bintang di Pleiades dalam rasi bintang Taurus. Salah satu keunikan Subaru dibanding mobil merek mobil lainnya menggunakan sistem Symmetrical All-Wheel Drive untuk semua jajaran produknya. Dampak tersebut memberikan traksi lebih baik sehingga lebih aman dikendarai pada dalam segala kondisi jalan, basah, licin, berlumpur, dan tikungan tajam. Beberapa model dari merek Subaru yang beradar di pasaran Indonesia seperti Subaru Impreza 2.0 ERX, Subaru Forester, Subaru R1 dan R2 city car, Subaru Outback, dan Subaru Exiga.

9. Toyota
Toyota Motor Corporation (TMC) merupakan sebuah produsen mobil yang sangat populer dari Negeri Sakura, Jepang, dengan markas pusat yang berlokasi di Toyota, Aichi. Berkat pencapaiannya yang gemilang, akhirnya Toyota berhasil menempatkan dirinya sebagai pabrikan penghasil mobil terbesar di dunia.

Selain memproduksi mobil, Toyota bergerak dibidang pelayanan finansial, hingga produksi robot. Dewasa ini TMC lahir dari anggota dari Grup Toyota yang memproduksi mobil berbagai merek mobil yang populer dikenal masyarakat luas, seperti Toyota, Lexus dan Scion, Daihatsu dan Hino. Dominasi Toyota lainnya juga ditunjukkan dengan kepemilikan sebagian kecil saham dari Subaru dan Isuzu. Beberapa model mobil dari merek Toyota yang beredar di pasaran seperti Toyota Fortuner, Toyota Rush, Toyota Sienta, Toyota Yaris, Toyota Kijang, Toyota Kijang Innova, Toyota Land Cruiser, Toyota Camry, Toyota Avanza, Toyota Alphard, Toyota Agya, dan masih banyak lagi.

Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan ketika mobil Jepang menjadi pilihan. Seperti kita ketahui bahwa mobil pabrikan Jepang bisa dikatakan cukup mendominasi di dunia, bahkan salah satu mereknya menjadi produsen atau pabrikan terbesar di dunia dan telah banyak dikenal oleh hampir seluruh lapisan masyarakat. Semoga informasi mengenai mobil Jepang ini bisa menambah wawasan kamu, terutama bagi para pemburu produk roda empat asal Jepang.




#Gamelevel12
#Day8
#KuliahBunSayIIP
#KeluargaMultimedia







Rabu, 01 April 2020

Bunsay Level 12, Tantangan Hari Ke-7, Mobil Eropa


MOBIL EROPA

Merk-merk mobil asal Eropa seperti BMW, Mercedes Benz, Volvo, VW, Peugeot tentu punya keistimewaan tersendiri dibandingkan merk mobil asal jepang seperti Toyota, Daihatsu, Mitsubishi dan Nissan yang lebih umum dimiliki sebagian besar masyarakat Indonesia.

Keistimewaan mobil-mobil asal benua Eropa ini tentunya menuntut penanganan istimewa juga dalam perawatan dan perbaikannya. Tidak semua montir memiliki kemampuan yang mumpuni untuk menangani merk mobil asal Eropa. Berikut kelebihan dan kekurangan memiliki mobil Eropa yang patut Anda pertimbangkan.

Kekurangan mobil Eropa :
1. Harga relatif lebih mahal dibandingkan mobil Jepang
Mobil Eropa biasanya memiliki harga yang relatif lebih mahal dibandingkan mobil Jepang. Hal inilah yang membuatnya kalah populer di Indonesia. Tak dapat dipungkiri, harga tentu menjadi pertimbangan utama saat orang Indonesia membeli mobil.

2. Harga jual second mobil Eropa terbilang jatuh
Harga barunya yang mahal, membeli mobil Eropa second sebenarnya bisa jadi pilihan. Harga jual second mobil Eropa bisa terpaut 30-50% dengan harga barunya. Hal ini dikarenakan suku cadang mobil Eropa terbilang cukup jarang dipasaran dan harganya menggerus isi kantong. Sehingga minat untuk membeli mobil Eropa second pun tidak terlalu besar.

3. Suku cadang jarang dipasaran dan sulit didapat
Ketersediaan suku cadang adalah hal yang patut dipertimbangkan saat ingin memiliki mobil Eropa. Bengkel resmi mobil Eropa jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan bengkel resmi mobil Jepang. Pun pula, bengkel umum yang mampu menangani mobil-mobil Eropa jumlahnya sangat sedikit. Seringkali ketika ada kerusakan dan membutuhkan penggantian suku cadang, pemilik mobil Eropa harus bersabar untuk memesan atau indent terlebih dahulu suku cadang yang dibutuhkan. Belum lagi, karena jarang ada harganya tentu juga mahal. Mau cari yang KW? Sedikit sekali suku cadang mobil Eropa yang KW.

4. Boros bahan bakar
Alokasikan dana lebih untuk anggaran bahan bakar jika Anda berniat memiliki mobil Eropa. Meski demikian, borosnya konsumsi bahan bakar mobil Eropa diimbangi dengan performa mesin yang mumpuni.

5. Sedikitnya bengkel yang bisa menangani mobil Eropa
Memilih bengkel untuk perbaikan mobil Eropa tidak semudah menemukan bengkel untuk mobil Jepang. Mengingat ada bagian-bagian dan fungsi-fungsi yang berbeda dengan mobil Jepang serta rumitnya sistem kelistrikan, sensor-sensor serta struktur mesin mobil Eropa. Pastikan bengkel yang Anda pilih untuk melakukan perbaikan sudah berpengalaman menangani mobil Eropa.

Meski memiliki beberapa kekurangan, tentunya tidak menutupi keistimewaan dan kelebihan mobil Eropa,  diantaranya :
1. Performa mesin mumpuni dan bandel
Kualitas mesin mobil Eropa tentu tak diragukan lagi. Meski terkadang performanya harus diimbangi dengan kualitas dan volume bahan bakar yang diatas rata-rata.

2. Mengutamakan keselamatan penumpang
Standar keselamatan mobil Eropa yang tinggi membuatnya wajib memiliki fitur-fitur canggih yang menunjang keselamatan berkendara. Airbags sudah pasti menjadi fitur yang wajib ada di mobil-mobil Eropa. Bahkan Komisi Uni Eropa tengah mengajukan proposal terkait sistem keselamatan mobil yang rencananya akan diberlakukan mulai tahun 2021. Yaitu beberapa fitur keselamatan canggih seperti autonomous emergency braking (AEB), lane keeping assistancereversing cameras, dan driver fatigue detection harus ada di mobil-mobil eropa.

3. Memiliki fitur canggih
Kecanggihan teknologi yang tertanam di mobil-mobil Eropa kerap menjadi andalan. Misalnya personal asistant dan kemudi otomatis yang tertanam di mobil-mobil canggih masa kini asal Eropa.

4. Eksterior dan interior mewah
Harga yang relatif mahal tak menjadi masalah dengan tampilan eksterior dan interior kelas premium. Tampilannya tentu berbeda dan tidak pasaran. Membuat pemilik mobil Eropa merasa spesial.

5. Kualitas bahan body dan besi lebih bagus
Selain body yang umumnya lebih besar, kualitas bahan pembuat mobil eropa juga terkenal lebih bagus dan lebih awet.

Itulah beberapa kekurangan dan kelebihan memiliki mobil Eropa. Membeli mobil tentu harus disesuaikan dengan budget dan kebutuhan. Tidak ada salahnya kalau memang ingin memiliki mobil type dan merk tertentu. Tapi tetap saja, pertimbangan after service, fungsi dan ketersediaan suku cadang harus diperhatikan.

Di Indonesia, peminat mobil bekas baik mobil buatan Jepang, mobil Eropa dan mobil Amerika tidak kalah banyak jumlah dengan para konsumen mobil baru. Ini terjadi karena harga mobil bekas yang ditawarkan oleh para penjual jauh lebih murah. Selain itu, para pembeli juga menyukai model dari mobil bekas sehingga mempunyai keinginan untuk beli mobil bekas tersebut.

Hal yang sering terjadi bagi para pembeli mobil bekas adalah bingung dalam menentukan aspek apa saja yang harus diperhatikan saat membeli mobil bekas. Salah satu aspek yang menurut kami banyak orang pertimbangkan adalah mobil yang berasal dari benua manakah yang akan kamu pilih.

Di dunia otomotif, produsen mobil dibilang terbagi menjadi tiga wilayah, Asia, Amerika dan Eropa. Dan setiap produsen mobil dari wilayah tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. 

Namun bisa kamu ketahui bahwa di Indonesia, produsen mobil asal Amerika sangatlah jarang kita temukan. Mungkin berbagai aspek seperti kondisi pasar yang kurang efektif dan minat masyarakat terhadap mobil buatan Amerika terbilang minim. Walaupun mobil-mobil di Indonesia didominasi oleh mobil Jepang, mobil Eropa juga cukup bersaing dalam meramaikan perkembangan industri otomotif di Indonesia. 

Kepopuleran mobil Jepang dan mobil Eropa tidak terletak pada satu brand tertentu saja. Namun hampir seluruh brand mobil dari kedua negeri yang inovatif ini merajai pasar mobil di berbagai negara. Bahkan sampai ada beberapa golongan yang cenderung memfavoritkan mobil produksi dari salah satu negara ini. Loyalitas brand ini kerap kali ditemukan di antara para pecinta mobil dan enggan untuk melirik brand mobil lainnya. Ada ciri-ciri tertentu dari mobil produksi Jepang maupun Eropa yang mampu memikat hati pemakainya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika memilih mobil Eropa.

  • Perbedaan harga mobil Eropa dan Jepang
Salah satu yang menjadi bahan pertimbangan utama saat seseorang akan membeli sebuah mobil adalah harga. Hal ini juga yang menjadi perbedaan mendasar bagi mobil Eropa dan Jepang. Mobil-mobil produksi kedua daerah ini memiliki range harga yang berbeda. Produsen mobil Jepang lebih menargetkan pasar menengah ke bawah dengan anggaran terbatas. Sementara produsen mobil Eropa lebih menargetkan konsumen kelas menengah ke atas.


Harga yang dipatok oleh produsen mobil Eropa cenderung tinggi. Hal ini membuat konsumen-konsumen mobil Eropa umumnya adalah orang-orang borjuis. Untuk mendapatkan mobil Eropa anda harus merogoh kocek yang lumayan dalam.

Namun demikian peminat mobil Eropa cenderung setia. Harga mahal tidak mengurangi niat membeli para pecinta mobil Eropa. Sebaliknya Jepang menghadirkan solusi bagi mereka yang ingin membeli mobil dengan budget terbatas. Harga mobil-mobil Jepang cenderung terjangkau. Teknik yang demikian menjadikan mobil-mobil Jepang banyak diminati orang di segala penjuru dunia. Namun beberapa mobil Jepang juga memangsa pasar Eropa seperti Lexus.

  • Tingkat penggunaan bahan bakar
Apakah mobil ini tergolong irit? Pertanyaan seperti ini kerap kali orang-orang tanyakan saat akan membeli sebuah mobil. Keiritan penggunaan bahan bakar selalu menjadi pertimbangan wajib saat berurusan dengan produk otomotif. Mobil Eropa dan Jepang memiliki perbedaan jelas dalam hal ini.


Mobil Jepang cenderung membidik pasar kelas menengah ke bawah. Konsumen pasar ini umumnya menjadikan keiritan konsumsi bahan bakar sebagai prioritas pertama saat membeli produk otomotif. Produsen Jepang menyadari hal ini dan menawarkan teknologi yang mereka inginkan pada mobil produksinya. 

Mobil produksi Jepang cenderung lebih irit daripada mobil-mobil Eropa. Aspek ini menjadi daya tarik tersendiri bagi produk Jepang di pasar otomotif dunia.

Lain halnya dengan Jepang, produsen Eropa tidak mengusung slogan irit bahan bakar. Mobil-mobil Eropa cenderung lebih boros dalam pemakaian bahan bakar daripada mobil Jepang. Bagi pasar menengah ke bawah, hal ini merupakan hal yang negatif dan menjadikan mereka kurang berminat pada mobil Eropa. 

Namun lain halnya dengan mereka yang tidak mempedulikan konsumsi bahan bakar. Orang-orang kalangan menengah ke atas merupakan konsumen yang cocok untuk mobil ini.
  • Kualitas mesin

Kualitas performansi, body dan spare parts merupakan salah satu hal terpenting dalam memproduksi suatu mobil. Mobil berkualitas tinggi umumnya datang dengan harga yang tinggi pula. Demikian pula untuk mobil Eropa dan Jepang. Jika sebelumnya kamu bertanya-tanya mengapa banyak orang yang masih meminati mobil Eropa di samping harganya yang mahal dan konsumsi bahan bakarnya yang boros? Jawabannya adalah kualitas tinggi yang ditawarkannya.

Mobil Eropa memiliki kualitas yang tinggi dibanding mobil-mobil Jepang. Mobil Eropa memiliki mesin yang kuat dan tahan lama dan mesin juga ditata dengan rapi di bawah kap mobil. Untuk urusan bodi, mobil-mobil produksi Eropa umumnya tebal dan kuat. Bodi tersebut tidak mudah penyok oleh benturan. Mobil Eropa tidak memerlukan perawatan purna jual yang tinggi dan hadir dengan paket mewah yang menghadirkan kualitas berkendara yang sempurna.

Sementara itu mobil Jepang datang dengan kualitas menengah ke bawah. Jepang membidik keefisienan dengan mengesampingkan kemewahan berkendara. Kedua prinsip produksi mobil yang berbeda ini menjadi ciri khusus dari keduanya. 
  • Kesesuaian ukuran dengan tubuh pengendara
Ukuran tubuh masyarakat Eropa dan Asia cenderung berbeda. Masyarakat Eropa cenderung memiliki postur tubuh tinggi dan besar. Sementara masyarakat Asia cenderung memiliki tulang yang lebih rendah dan postur tubuh kecil. Postur tubuh ini menjadi pertimbangan para produsen untuk mendesain bodi mobil yang diproduksinya. Bodi mobil harus menyesuaikan postur tubuh pengendaranya. Semakin sesuai bodi mobil dengan ukuran tubuh pengendara, semakin nyaman pengalaman berkendara yang dirasakan.


Mobil Eropa membidik masyarakat Eropa dan Amerika yang cenderung berpostur tinggi besar. Maka dari itu mobil-mobil Eropa cenderung bertubuh besar dan panjang. Hal ini untuk menyesuaikan bodi mobil dengan ukuran tubuh mayoritas masyarakat Eropa. Mobil Eropa cenderung kurang sesuai untuk masyarakat Asia yang bertubuh kecil. 

Produsen Jepang menyadari hal ini dan berusaha memberikan solusi. Jepang mendesain mobil-mobilnya berbodi kecil dan rendah, sesuai untuk masyarakat Asia. Oleh karena itu produksi Jepang sangat diminati di kawasan Asia.

Mobil Eropa banyak tersebar ke seluruh dunia dan digemari karena ketangguhannya termasuk di Indonesia. Kualitas dan desain yang diusung tentu membuat masyarakat Indonesia tidak ragu mengeluarkan uang lebih untuk dapat mengendarai mobil Eropa ini. Nah, di antara sekian banyak mobil Eropa yang masuk ke ranah pasar tanah air, tentunya ada merek tertentu yang menjadi favorit masyarakat. 

Berikut ini beberapa mobil Eropa favorit yang banyak disukai di tanah air.
  • Volkswagen
Volkswagen atau VW adalah pabrikan otomotif dari Wolfsburg, Jerman. Tiga mobil VW yang masuk dalam daftar 10 mobil terlaris yaitu Volkswagen Golf, Volkswagen Beetle, dan Volkswagen Passat. Volkswagen Golf Gti dan Volkswagen Scirocco juga mampu menarik hati pelanggan.


VW Golf sendiri menjadi mobil Eropa terbaik di kelasnya dan bisa dijadikan pilihan, dengan desain yang anggun dan spesifikasi mantap sesuai untuk beraktivitas sehari-hari. Tak pelak mobil yang mengalami banyak perkembangan ini menjadi favorit konsumen. Dengan desain tangguh dan akselerasinya yang mantap, mobil ini jelas dapat diandalkan.
  • Peugeot
Peugeot adalah merek mobil Eropa asal Prancis yang dikenal memiliki daya tahan mesin yang bagus. Bahkan mendapatkan berbagai penghargaan internasional antara lain penghargaan European Car of the Year, serta menduduki peringkat kedua terkait emisi rata-rata CO2 terendah dibandingkan  mobil Eropa lain.


Mobil Peugeot yang terkenal yaitu Peugeot RCZ dan Peugeot 208. Di tanah air, mobil Peugeot yang menjadi favorit adalah Peugeot 505, Peugeot 206, dan Peugeot 406. Selain dapat diandalkan, performa dan spesifikasinya yang istimewa, desain mobil Peugeot juga lebih ramping dan elegan.
  • Mini Cooper
Mini Cooper adalah sebuah mobil kecil unik dua pintu buatan British Motor Corporation (BMC) dengan model yang sangat khas. Merek mobil Mini Cooper yang menjadi legenda antara lain jenis Morris Mini Cooper, Mini Cooper Unio Jack, a1ba Mini Cooper, a1b Mini Cooper, a1 Mini Cooper,  serta Mini Cooper S Countryman.


Bisa dikatakan Cooper ini menjadi salah satu pilihan terbaik bagi pencinta mobil hatchback di tanah air. Selain memiliki performa yang khas, dapat diandalkan, Mobil Eropa terbaik ini bisa disejajarkan dengan keunggulan Peugeot. Mobil fantastis ini memiliki desain yang keren dan cocok untuk kendaraan sehari-hari.
  • BMW

BMW adalah produsen mobil Eropa ternama dari Jerman yang berkualitas dan mewah serta memiliki performa tinggi. Beberapa merek mobil BMW yang menjadi favorit yaitu  BMW 116i Urban Line, BMW X3 SUV, BMW M3 Coupe, BMW M6, BMW X1, BMW X3, BMW X4, BMW X5, BMW X6, dan BMW Z4.


Selain irit bahan bakar, mobil BMW juga powerful dan dinamis sehingga memiliki kekuatan  dan performa yang begitu maksimal. Oleh karenanya, wajar jika mobil ini menjadi pilihan yang begitu menarik bagi masyarakat di tanah air.
  • Audi

Audi merupakan mobil buatan Jerman, produsen mobil yang juga memproduksi Ducati dan Lamborghini. Audi hadir memasuki segmen pasar kalangan menengah ke atas, dengan mengusung semboyan "Keunggulan melalui teknologi". Namun, sejak 1966 99,5% kepemilikan Audi telah dipegang penuh oleh Grup Volkswagen.

Selain performanya yang unggul dan mewah, Audi memiliki desain dan bodi menarik dengan teknologi galvanis antikarat.  Sebagai mobil Eropa terbaik, Audi memiliki banyak model yang menjadi favorit di pasaran seperti Audi A1 hingga A8.




#Gamelevel12
#Day7
#KuliahBunSayIIP
#KeluargaMultimedia

Bunsay Level 12, Tantangan Hari Ke-6, Mobil Amerika



MOBIL AMERIKA

Mobil-mobil yang biasa kita lihat dan temui di jalan merupakan hasil pabrikan dari berbagai negara yang ada di dunia. Walaupun kebanyakan kendaraan roda empat yang dipakai oleh orang Indonesia berasal dari Jepang tetapi nyatanya mobil dari negara-negara di Eropa dan juga Amerika juga banyak ditemukan.

Masing-masing pabrikan mobil tentunya memiliki kekurangan dan kelebihan, tidak ada yang 100% sempurna. Tinggal Anda yang memilih mobil dari negara mana yang sekiranya cocok dengan kebutuhan dan selera Anda.

Jika saat ini mungkin Anda sedang merencanakan untuk membeli mobil baru dan masih bingung untuk memutuskan akan membeli mobil jenis apa maka ada baiknya Anda mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan dari sebuah produk kendaraan roda empat tersebut.

Kelebihan Mobil Amerika
  • Daya tahan mobil dari Amerika adalah yang paling kuat diantara Asia dan Eropa karena terbuat dari material orisinal yang sifatnya tahan karat.
  • Memiliki tingkat kenyamanan yang tinggi mirip dengan mobil dari Eropa.
  • Desain yang elegan dan long lasting.
  • Selain kelebihan yang terdapat pada masing-masing mobil pabrikan Asia, Eropa dan Amerika tentunya juga setiap penghasil atau produsen mobil tersebut memiliki kekurangan.

Kekurangan Mobil Amerika
  • Biasanya mobil dari Amerika lebih boros dalam konsumsi bahan bakar.
  • Harga beli kendaraan yang sangat mahal tetapi harga jual bisa sangat merosot karena sepi peminat.
  • Harga suku cadang/ onderdil yang mahal.
  • Perawatan mobil mahal karena tidak semua mekanik atau bengkel bisa menangani keluhan pada mobil-mobil dari Eropa dan Amerika.

9 Mobil Amerika Yang Legendaris di Dunia :
  • Chevrolet Corvette
Harley Earl, desainer Corvette generasi pertama, sangat kagum dengan mobil sport Eropa. Ia sangat terinspirasi desain Jaguar XK120, dan kemudian mendesain Corvette untuk jadi ikon mobil sport Amerika Serikat. Berkat mesin V8 dan transmisi manual, Corvette terbukti bisa jadi mobil kencang sesuai filosofinya.
  • Chevrolet Bel Air

Diiklankan sebagai ‘the hot one’, Bel Air kemudian sukses jadi simbol kemewahan.
  • Ford Model T

Berbeda dengan metode pembuatan mobil yang sebelumnya hand-made, Ford Model T dibuat dengan proses efisien dengan part yang semuanya terstandarisasi. Hal ini membuat Ford Model T jadi mobil murah yang sangat laris pada masanya. Ford Model T seri termurah, saat itu dijual USD525 atau hanya Rp7 jutaan saja.
  • Cadillac V-16

Amerika Serikat sangat suka akan kemewahan dan hal yang bersifat berlebihan. Jika saat itu sedan mewah hadir dengan mesin 4 silinder, tidak dengan Cadillac V-16. Sesuai namanya, mobil ini pakai mesin V16!
  • Willys-Overland MB

Inilah mobil yang berhasil membantu Amerika Serikat menang berbagai perang. Sebanyak 361.339 unit Willys-Overland MB dibuat dari 1941 sampai 1945. Meski saat ini Jeep CJ yang mempopulerkan SUV untuk sipil, tapi Willys MB lah yang jadi cikal-bakal semua itu.
  • Dodge Caravan

Dodge Caravan mungkin seperti Toyota Kijang di Indonesia, legendaris. Eropa pun merasa terancam dengan kehadiran mobil ini, hingga Renault akhirnya meluncurkan Espace. Bagi para kaum jet set. Mulai dari Eric Clapton, Billie Jo Spears, hingga Sue Medley, punya mobil ini. Sirip di area lampu belakang Bel Air ternyata terinspirasi dari Chevrolet Corvette karya Harley Earl.
  • Tesla Model S

Tesla sukses mengubah wajah otomotif Amerika Serikat dari mesin besar boros bahan bakar, jadi mesin elektrik ramah lingkungan. Pada 2015, Tesla Model S berhasil jadi mobil elektrik paling laku di Amerika Serikat.
  • Ford Mustang

Inilah muscle car paling ikonik dan dihormati di Amerika Serikat. Tapi tahukah Anda kalau Ford Mustang dibuat dengan biaya seminim mungkin. Hal ini agar semua orang bisa merasakan kebuasan tenaga, serta ekostisme desainnya.
  • Dodge Viper
Dodge Viper sukses jadi mobil kencang yang punya desain sangat indah. Seperti halnya Ford Mustang, Dodge Viper dibuat dengan ongkos produksi minim untuk mempermalukan performa pemilik mobil mewah. Buktinya, Dodge Viper bisa mengalahkan Ferrrari 512 TR di arena drag 1/4 mil. Dodge Viper bisa mencatat waktu 12,9 detik, sedangkan Ferrari 512 TR hanya 13,2 detik.


Penyebab Mobil dari Amerika Lebih Murah dari Mobil Eropa
Ada banyak faktor mengapa mobil buatan Amerika kalah pamor dengan mobil asal Eropa. Apa yang menyebabkan perbedaan harga tersebut? Berikut ini faktor-faktornya:
  • Nilai Tukar Mata Uang

Nilai tukar mata uang merupakan salah satu faktor  yang menyebabkan perbedaan harga dari kedua negara tersebut. Nilai tukar ini sangat penting karena fluktuasinya berpengaruh pada keuntungan untuk pabrikan luar negeri. Sayangnya, perusahaan mobil tidak bisa dengan pasti menentukan harga hanya berdasarkan nilai mata uang. Hasilnya, kendaraan Eropa lebih mahal daripada lainnya. Meskipun, kendaraan tersebut diproduksi di negara lain. Harganya tetap saja akan tinggi, karena komponen utama tetap diproduksi di Eropa.
  • Merk
Alasan lainnya adalah merek. Coba lihat, Mercedes-Benz lebih bernilai daripada Infiniti, dalam artian para konsumen biasanya akan membayar lebih untuk Mercedes daripada Infiniti. Hal ini juga berlaku untuk merek mobil Eropa lainnya, seperti BMW, Audi, Jaguar dan Land Rover, jika dibandingkan dengan Lexus, Acura, Cadillac, dan Lincoln.
  • Kualitas Mobil

Alasan lainnya mengapa mobil Eropa lebih mahal dari buatan Amerika dikarenakan kualitas material yang digunakan jauh di atas dari kedua mobil tersebut. Tidak heran, jika Anda pernah mengendari mobil Eropa pasti akan terasa berbeda dari suspensinya hingga fitur-fitur. Hal ini tentu berpengaruh dengan harga jual.

Sebagai perbandingan, mobil mewah yang dibuat Amerika dan Asia lebih fokus pada nilai aspek mobil mewah yang sulit disaingi seperti mobil mewah Eropa. Hasilnya, mereka menggunakan komponen yang murah, yang membuat nilai jualnya pun menjadi murah. Dulu, mobil tersebut pernah menjadi primadona di Indonesia. Namun, setelah munculnya berbagai jenis mobil dari beberapa negara yang ‘lebih bagus’ darinya, tentu produsen beralih dan memilih mobil yang memiliki kualitas dan juga nama yang bagus.

Untuk di pasar Indonesia sepertinya sudah mulai kehilangan pamor. Hal ini disebabkan menjamurnya mobil Jepang yang banyak diminati oleh masyarakat sehingga menyebabkan persaingan sengit antara negara-negara produsen mobil. Seperti diketahui mobil Amarika hanya tersisa dua yang menghiasi jalanan Indonesia, yaitu Chevrolet dan Jeep meskipun sebelumnya Ford dan Chrysler juga ikutan berkecimpung di pasar otomotif Indonesia. 

Namun, keduanya terpaksa angkat kaki karena penjualan yang kurang memuaskan. Sedangkan Chevrolet masih kuat bertahan di tengah serangan model baru yang dirilis pabrikan Jepang hingga China. Jeep sendiri baru-baru ini diambil alih oleh PT. Hascar International Motor sehingga bisa kembali berjualan di Tanah Air. 




#Gamelevel12

#Day6
#KuliahBunSayIIP
#KeluargaMultimedia