Minggu, 02 Februari 2020

Meraih Surga

Seminggu sekali saya dan suami main ke rumah mertua. Hal ini selalu saya biasakan agar orang tua selalu senang dan tidak pernah merasa sendiri di masa tuanya. Setelah sampai di rumah mertua, saya melihat bapak mertua duduk di kursi tengah terlihat pucat dan lemas seperti menahan sakit. Seketika saya deketin sambil memijat-mijat tangan beliau.

Saya pun berkata "Pak, baik kenapa? Bapak sakit?".
Bapak pun hanya diam.
Saya pun bertanya kembali "Bapak sudah minum obat?".
Bapak menjawab "Belum nak." Kemudian saya masuk ke dapur bertanya pada ibu "Bu, bapak sakit ya?"
Ibu : "Iya nak."
Saya : "Sudah minum obat?"
Ibu : "Belum." Sambil menunduk
Dalam hati saya, sepertinya ada yang tidak beres. Kemudian saya bertanya pada ibu.
Saya : "Bu, resep obat yang biasa ya dokter kasih namanya apa?"
Ibu : "Jangan, biar ibu saja nanti yang membelikan."
Saya : "Udah bu, biar saya saja."
Ibu : "Ya sudah, ini resepnya."

Setelah mendapatkan resepnya saya langsung mengajak suami untuk ke apotek untuk membeli obat. Sesampainya di apotek, saya menyebutkan resep obat tersebut. Kemudian apoteker pun mengambilkan obatnya. Saya pun membayar di kasir, agak kaget ketika kasir menyebutkan nominal. Tetapi saya tetap membelinya.

Ketika perjalanan kembali ke rumah mertua dari apotek, saya berpikir oh pantes bapak ibu belum membelinya ternyata harganya yang lumayan mahal. Sesampainya di rumah mertua, saya memberikan obat tersebut kepada bapak mertua sambil berkata "Bapak, kalau obatnya habis nanti bilang saya, saya yang kan membelikannya. Ingat ya pak, itu diminum setiap hari". Bapak mertua kaget ketika menerima obatnya, kemudian berkata "Obatnya mahal nak, jangan kasihan kamu." Saya menjawab "Sudah pak tidak apa-apa, itu bagian dari tanggung jawab saya sebagai anak." Bapak memeluk saya dan berkata "Makasih ya nak, makasih banget." Mengucap itu sambil menangis.

Saya pun berpesan pada ibu kalau mulai hari ini obat untuk bapak adalah tanggung jawab saya, yang penting bapak sehat. Ibu pun memeluk saya sambil berkata
Ibu : "Jujur ya nak, ibu itu tidak punya uang untuk membelikan bapak obat. Obat bapak itu mahal, sedangkan ibu hanya pensiunan, bapak pun tidak menghasilkan apa-apa. Makasih ya nak, sudah meringankan beban ibu"
Saya : "Sudah bu, saya itu anak bapak ibu sudah kewajiban saya."

Setelah itu saya dan suami pamit pulang ke rumah. Ketika di dalam mobil suami memegang tangan saya dan menciumnya. Dia berucap "Makasih ya yank, kamu baik banget sama bapak ibuku." Saya pun bersandar di pundaknya dan menjawab "Surgaku di kamu, tapi surgamu di ibu, aku ingin membantu meraih surgamu agar aku bisa meraih surgaku" kemudian mencium pipi suami.


#materi1
#empati
#HabituasiSejutaCinta #IbuProfesional

1 komentar: